
Dari kasus-kasus tersebut ada satu
kasus yang sangat menarik untuk diikuti perkembangannya yaitu kasus wisma atlet yang menyeret beberapa
nama pembesar Partai Demokrat yang sekarang sedang berkuasa. Kasus yang
menyeret seorang putri Indonesia 2001 (Angelina Sondakh), seorang bendahara PD Muhammad
Nazaruddin yang mempunyai anak buah bernama Rosa, nyaris/belum terbukti
terseret tetapi sudah disebut-sebut
namanya oleh Nazaruddin, seorang menantu kiyai besar dari
jogjakarta (KH. Attabi' Ali) pengarang kamus kotemporer Al-Ashr putra KH.
Munawwir krapyak (http://id.wikipedia.org/wiki/Anas_Urbaningrum) yaitu Gus Anas Urbaningrum yang saat ini sedang menjabat
sebagai Ketua Umum Partai Demokrat tapi kita lihat saja perkembangan kasus ini
apakah gus anas nantinya akan terbawa dalam kasus ini. Kalau kita melihat
seorang nazaruddin, dia tidak terlalu terkenal karena dia sangat low profil,
dia terkenal karena mencoba kabur ke Singapura tetapi berhasil dijemput oleh
KPK jilid ke-2, setelah berhasil
bersembunyi beberapa bulan di negara itu.
Angelina Sondakh seorang janda yang dicerai mati
oleh suaminya Adji Masaid Alm, yang juga katanya seorang muallaf karena menikah
dengan Adji, juga seorang miss Indonesia 2001, berita baiknya Alhamdulillah walaupun
sudah ditinggal sang suami, sering dikabarkan miring dan sekarang ditetapkan
sebagai tersangka dia masih teguh imannya untuk memeluk agama islam, karena
beliau masuk Islam itu saya agak bersimpati dengan dia dan agak takut jika ia
kembali ke agama beliau yang dulu karena ia membawa tiga anak dari Adji, maka
bisa saja ia membawa mereka ke agamanya. Tapi saya agak bingung dengan apa yang
dilakukan pembesar PD, sudah tahu Angelina terjerat hukum terkait ia di Banggar
mengapa malah ia dipindahkan ke komisi III yang mengurusi tentang Hukum, apa
tidak malah memperkeruh suasana?, bagusnya seorang abraham samad (Ketua KPK
jilid 3) bertidak tegas dengan tidak mau berkoordinasi dengan komisi III
apabila anggi masih di Komisi III. Tapi satu lagi yang membuat saya bingung
mengapa malah Anggi (panggilan Angelina Sondakh) dipindahkan ke komisi VIII
yang mengurusi Agama, yang ditakutkan
banyak orang adalah jika nantinya malah anggi menghalalkan korupsi. Tapi mungkin ada baiknya, jika ia di komisi VIII bisa lebih mendekatkan
diri pada Allah SWT dan bertobat dari
perbuatannya. Yah sebagai orang awwam kita harus ber-husnudzan saja.
Itu carut-marut dari bidang politik,
belum lagi dari segi agama, akhir-akhir ini banyak Ormas yang mengatasnamakan
agama tapi mereka melakukan kebrutalan yang sesungguhnya tidak pantas dilakukan
sebagai sebuah ormas keagamaan. Masih ingat pada tanggal 11 februari 2012, Ormas FPI
ditolak kedatangannya ke palangkaraya dikarenakan masyarakat palangkaraya KAL-TENG
yang rata-rata bersuku dayak ini tidak mengharapkan FPI didirikan di daerah
mereka. Walaupun ketua umum FPI (habib rizieq) menyatakan ada sebuah kabupaten
menginginkan FPI didirikan di kabupaten mereka tapi setidaknya habib rizieq
menyadari bahwa penolakan kemaren sudah menjadi acuan untuk tidak mendirikan
FPI di Kal-Teng, karena palangkaraya
adalah ibu kota Kalimantan Tengah. Mengapa FPI ditolak?
Mungkin semua tahu sepak terjang FPI, dimana mereka mengatasnamakan agama Islam
untuk menghilangkan kemungkaran di Indonesia yang tercinta ini. Oke, kalau untuk tujuan itu
saya setuju tapi harus juga dengan cara yang baik, amar ma'ruf harus dengan
kema'rufan jangan dengan kemungkaran.
Banyak konflik di Indonesia yang
dilatarbelakngi oleh agama belum selesai masalah bom tempat ibadah, ada masalah
pembangunan GKI Yasmin yang sedang
bermasalah dengan izin embangunan gereja, Ahmadiah dan
yang terakhir ada pembantaian warga syiah di madura. Sebenarnya ada apa dengan
Indonesiaku tercinta??
Apakah gerangan yang menyebabkan carut-marut di Negriku ini, di saat
presiden SBY mengatakan akan memberantas korupsi tetapi mengapa malah anak
buahnya melakukan korupsi. Mengapa masalah agama dan kesukuan yang menjadi masalah konflik,
apakah rakyat Indonesia lupa dengan motto Indonesia “Bhineka Tunggal Ika”
berbeda-beda namun tetap satu jua. Kapan Indonesia menjadi negara yang
digambarkan oeh Allah dalam Al-Qur’an menjadi {Baldatun Thayyibatun wa Rabbun
Ghaffur}, padahal kalau kita mendengar syair-syair dari Cak Nun (MH
Ainun Najib) Indonesia adalah penggalan surga, karena dari Sabang sampai Merauke
yang katanya berjajar pulau-pulau itu bagaikan zambrut hijau yang terbentang.
Bersambung..........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar