Di dalam keadaan
yang carut-marut dalam diriku ternyata negriku pun sedang carut-marut, dalam
bidang politik banyak para politikus yang mulai tidak jujur dengan pekerjaan
mereke untuk membela dan mengangkat aspirasi rakyat, kebanyakan mereka lebih
suka dg uang/proyek dibanding memikirkan bagaimana memikirkan memperkecil
prosentase kemiskinan di Indonesia. Contohnya saja beberapa kasus yang sedang
tenar dan menjadi berita head line kasus century, wisma atlit, kasus di kementrans
dan masih banyak lagi kasus-kasus lainnya yang belum sempat tercium masyarakat
awwam seperti saya.Jumat, 17 Februari 2012
ADA APAKAH DENGAN INDONESIAKU
Di dalam keadaan
yang carut-marut dalam diriku ternyata negriku pun sedang carut-marut, dalam
bidang politik banyak para politikus yang mulai tidak jujur dengan pekerjaan
mereke untuk membela dan mengangkat aspirasi rakyat, kebanyakan mereka lebih
suka dg uang/proyek dibanding memikirkan bagaimana memikirkan memperkecil
prosentase kemiskinan di Indonesia. Contohnya saja beberapa kasus yang sedang
tenar dan menjadi berita head line kasus century, wisma atlit, kasus di kementrans
dan masih banyak lagi kasus-kasus lainnya yang belum sempat tercium masyarakat
awwam seperti saya.Kamis, 16 Februari 2012
Pendidikan Spiritual Lahirkan Karakter (Akhlaq Al-Karimah)
Islam sebetulnya memberikan
kerangka landasan normatif yang komperhensif terhadap masalah keduniawian.
Spektrum Islam tercemin dalam tema-tema besar yang terdapat dalam Al-Qur’an dan
As-Sunnah.[1]
Oleh karena itu, bila kita melakukan elaborasi yang teliti terhadap substansi
agama Islam, akan kita temukan bukan hanya doktrin-doktrin ke-Tuhanan dan
etika, melainkan juga konsep-konsep yang aplicable
misalnya di bidang sains khususnya pada pelajaran disekolah.Rabu, 08 Februari 2012
Sanat Al-Qur'an KH. Muntaha Al-Hafidz Wonosobo
1.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala
2.
Malaikat Jibril Alaihi Salam
3.
Nabi Muhammad SAW.
4.
Ubay Bin Ka’ab R.A
5.
Utsman Bin Affan R.A
6.
Abdullah Abu Abdirrahman As Salami
7.
Imam ’Asim Bin Abinnujud
Kamis, 02 Februari 2012
Syi'ir Tanpa Wathon (Oleh: KH. Abdurrahman Wahid)
Sabtu, 28 Januari 2012
RENUNGAN ILIR-ILIR (Oleh. Cak Nun)
Bisakah kekecewaan
bahkan keputusasaan yang mengiris-iris hati berpuluh-puluh juta saudara kita
ini pada akhirnya nanti akan kikis?
Adakah kemungkinan kita
akan bisa merangkak naik ke bumi dari jurang yang teramat curam dan dalam?
Akankah api akan
berkobar-kobar lagi?
Apakah asap akan
membumbung lagi dan memenuhi angkasa tanah air?
Akankah kita semua akan
bertabrakan lagi satu sama lain?
Jarah menjarah satu
sama lain dengan pengorbanan yang tidak akan terkirakan?
Adakah kemungkinan kita
tahu apa yang sebenarnya sedang kita jalani?
Bersediakah kita
sebenarnya untuk tahu persis apa yang sesungguhnya yang kita cari?
Jumat, 27 Januari 2012
MENGGAPAI MANISNYA IMAN
Manisnya
iman berarti: rasa bahagia yang diperoleh atas ketaatan terhadap Allah yang
dilakukan seseorang. Ibarat makan ketika kita dapat merasakan sensasi yang luar
biasa atas makanan yang dimakan kita dapat mengatakan. "Luar biasa".
Sehingga menjadi ketagihan untuk memakannya di lain waktu. Demikian juga Iman:
ketaatan yang dilakukannya tidak lagi hanya sebagai kewajiban melainkan sudah
menjadi kebutuhan.MUJAHADAH SUATU TRADISI PESANTREN
Ciri khas pesantren-pesantren yang
tersebar di nusantara pada umumnya menganut sistem nilai ahli sunnah waljamaah, sebagai lembaga pendidikan dan pengajaran
agama Islam. Dimana pesantren yang menganut sistem ahli sunnah waljamaah ini, selalu menekankan pada santrinya untuk melakukan
mujahadah (berdzikir), mujahadah sendiri selain berguna sebagai sarana
pendekatan diri kepada Sang Pencipta juga berguna untuk terapi Psikosomatik
(depresi yang mengakibakan gangguan pada fungsi organ-organ fisik).
Langganan:
Postingan (Atom)



